Page 13 - e-Modul Ekonomi Internasional
P. 13
e-Modul Ekonomi Internasional
mempelajari tentang penentuan pendapatan nasional dan pemanfaatan sumber-sumber
daya keseluruhan atau secara agregat dan seluk-beluknya (Wahab, 2013: 7). Selain itu
menurut Sobri (2001:6) ilmu ekonomi internasional dapat dipandang sebagai objek
pembahasan yang berdiri sendiri, karena hal-hal berikut ini.
1. Alasan-alasan tradisi.
2. Persoalann-persoalan penting yang menonjol dan mendesak yang bersifat
internasional.
3. Perdagangan internasional mengikuti hokum-hukum yang berbeda dari perdagangan
dalam negeri.
4. Studi tentang ekonomi internasional akan dapat memperluas pengertian dan
pengetahuan tentang kehidupan proses ekonomi secara bulan dan menyeluruh.
B. Ruang Lingkup Ekonomi Internasional
Ilmu Ekonomi Internasional adalah suatu bidang studi yang mempelajari
implikasi-implikasi perdagangan internasional baik barang maupun jasa dan investasi
atau keuangan internasional. Secara garis besar terdapat dua subbidang studi dalam
ekonomi internasional, yaitu: perdagangan internasional dan keuangan internasional.
Menurut Purnastuti (2008: 1.5) Ilmu ekonomi internasional adalah suatu bidang studi
yang mempelajari implikasi-implikasi perdagangan internasional baik barang maupun
jasa dan investasi atau keuangan internasional. Dengan kata lain ilmu ekonomi
internasional adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari segala sesuatu mengenai
hubungan ekonomi antarnegara. Adapun hubungan ekonomi antarnegara ini dapat
dikelompokkan menjadi tiga kelompok sebagai berikut:
1) Hubungan ekonomi yang berupa pertukaran barang atau jasa satu negara dengan
negara yang lain. Misalnya, Indonesia mengekspor tekstil, kayu lapis, mebel,
menjual jasa turisme kepada orang asing, dan Indonesia mengimpor gandum,
beras, mobil, mesin-mesin industri, menggunakan jasa angkutan laut dan udara
dari negara lain.
2) Hubungan ekonomi yang berupa pertukaran atau aliran faktor produksi (tenaga
kerja, modal, teknologi dan kewirausahaan). Faktor produksi tersebut dapat
berpindah dari satu negara ke negara yang lain yang disebabkan oleh beberapa
hal, misalnya: karena balas jasa yang lebih menguntungkan, adanya program
bantuan luar negeri, perang atau resesi ekonomi. Saat ini faktor produksi yang
4

