Page 40 - e-Modul Ekonomi Internasional
P. 40

e-Modul Ekonomi Internasional



                          kandungan emas yang diperoleh dengan menukarkan satu satuan uang suatu negara

                          dengan satu satuan uang negara lain.
                       b)  Kurs titik ekspor emas (Gold Export Point) adalah kurs valuta asing tertinggi yang

                          terjadi dalam sistem standar emas
                       c)  Kurs titik impor emas (Gold Import Point) adalah kurs valuta asing terendah yang

                          terjadi dalam sistem standar emas.

                       d)  Kurs valuta asing yang terjadi adalah kurs yang bergerak naik atau turun di sekitar
                          kurs paritas arta yasa.


                   2.  Sistem Kurs Mengambang / Sistem Kurs Bebas (Floating Exchange Rate System)

                       Sistem kurs mengambang adalah suatu sistem devisa dimana kurs suatu mata uang

                       dengan mata uang yang lain dibiarkan untuk ditentukan secara bebas oleh tarik menarik
                       kekuatan pasar. Pada sistem ini keterkaitan sistem harga antara negara terbentuk, karena

                       kurs beban dapat digunakan sebagai pedoman dalam menentukan nilai mata uang dalam
                       negeri yang dinyatakan dalam emas, Ada dua macam sistem kurs mengambang, yaitu :

                       a.  Sistem  kurs  mengambang  yang  murni  (Clean  Float),  adalah  sistem  kurs
                          mengambang  tanpa  adanya  campur  tangan  pemerintah  (intervensi  pemerintah).

                          Pemerintah tidak berusaha untuk menstabilkan kurs valuta asing.

                       b.  Sistem  kurs  mengambang  kurang  murni  (Dirty  Float  atau  Managed  Floating
                          Exchange  Rate),  adalah  sistem  kurs  mengambang  yang  masih  diintervensi  oleh

                          pemerintah  atau  penguasa  moneter  melalui  pasar.  Pemerintah  secara  aktif
                          melakukan  upaya untuk menstabilkan kurs valuta asing.



                  3. Sistem Kurs Tambatan (Paged Rate System)
                       Dalam sistem kurs tambatan, mata uang yang dipergunakan dalam negeri merupakan

                       mata  uang  yang  tidak  konvertabel  terhadap  emas.  Seperti  halnya  dalam  sistem
                       pengawasan  devisa,  kurs  valuta  asing  ditetapkan  oleh  pemerintah  dan  kuota  valuta

                       asing (Exchange Quota) tidak dipergunakan.

                       Suatu  negara  menggunakan  sistem  kurs  tambatan  apabila  memenuhi  syarat-syarat
                       pokok sebagai berikut :

                       a.  Mata uang dalam negeri tidak konvertabel terhadap emas
                       b.  Tidak ada pembatasan mengenai penggunaan valuta asing

                       c.  Kurs valuta asing ditentukan oleh pemerintah





                                                           31
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45