Page 63 - e-Modul Ekonomi Internasional
P. 63
e-Modul Ekonomi Internasional
antara lain tentang perdagangan bebas, yang akan dimulai oleh negara-negara maju
pada tahun 2010, dan bagi negara-negara sedang berkembang tahun 2020. Setelah itu
bulan November 1995 diadakan pertemuan APEC di Jepang untuk membicarakan
tindak lanjut Deklarasi Bogor tersebut. Secara historis terbentuknya Forum APEC lebih
dilihat sebagai upaya untuk mengatasi kebuntuan yang melanda perundingan-
perundingan Perjanjian Umum tentang Tarif dan Perdagangan (GATT) atau Putaran
Uruguay, di Jenewa, Swiss. APEC mencakup negara-negara di tiga belahan benua,
yakni negara-negara ASEAN, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru,
Meksiko, Papua Nugini, Korea Selatan, Jepang, China, Hongkong, Taiwan, dan Cile.
APEC bertujuan meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan di
antara para anggotanya dan masyarakat lainnya. Berbagai visi dan aksi telah dituangkan
dalam pertemuan-pertemuan rutin setiap tahun. Forum ini diminati oleh negara atau
kelompok di kawasan Asia Pasifik.
9) APO (Asian Production Organization)
APO didirikan untuk usaha pengelolaan produksi di Asia.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas negara-negara
Asia. Anggotanya adalah: Jepang, Singapura, Indonesia, Hongkong,
dan Pakistan. Tujuan didirikannya APO untuk emajukan produksi
Sumber: https://www.apo-tokyo.org/
barang dan jasa dibidang Industri dan Pertanian, Meningkatkan kesejahtraan penduduk
negara anggotanya, dan Meningkatkan produktivitas di negara – negara Asia.
10) ASEAN (Association of South East Asia Nations)
ASEAN (Association of Southeast Asian Nations atau Perhimpunan
Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) adalah organisasi kawasan yang
mewadahi kerja sama 10 (sepuluh) negara di Asia Tenggara.
ASEAN dibentuk tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand oleh
lima negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura,
Sumber: https://asean.org/
dan Thailand melalui penandatanganan “Deklarasi Bangkok”. Pembentukan ASEAN
dilatarbelakangi keinginan kuat dari para pendiri ASEAN untuk menciptakan kawasan
Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera. Hal tersebut mengemuka karena
situasi di kawasan pada era 1960-an dihadapkan pada situasi rawan konflik, yaitu
perebutan pengaruh ideologi antar kekuatan militer negara-negara besar dan konflik
antar negara di kawasan yang apabila dibiarkan dapat mengganggu stabilitas kawasan
sehingga mempersulit pelaksanaan pembangunan (Tavares, 2007: 4). Tujuan
54

