Page 20 - e-Modul Ekonomi Internasional
P. 20
e-Modul Ekonomi Internasional
TEORI KLASIK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
2.1 Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, Anda diharapkan akan
memiliki kemampuan sebagai berikut:
A. Mengetahui teori merkantilisme sebelum
munculnya teori klasik.
B. Menjelaskan teori keunggulan mutlak/absolut
(Adam Smith)
C. Menjelaskan teori keunggulan komparatif (David
Ricardo)
2.2 Uraian Materi
A. Teori Merkantilisme
Sebelum masuk ke Zaman Klasik, terlebih dahulu terdapat Zaman Merkantilisme.
Merkantilisme itu pada hakekatnya lebih merupakan suatu pandangan bahwa kemakmuran
negara yang ditujukan ke arah memperkuat posisi dan kemakmuran negara melebihi
kemakmuran perseorangan. Kepentingan negara jadinya mengatasi kepentingan individu,
setiap politk perdagangan ditujukan untuk menunjang kelebihan export diatas import, atau
neraca perdagangan yang aktif. Menurut Purnastuti (2008: 1.39), mercantilism
(merkantilisme) merupakan aliran pemikiran pada abad ketujuh belas dan kedelapan belas yang
menyatakan bahwa cara terbaik bagi sebuah negara untuk menjadi kaya atau makmur adalah
dengan membatasi impor dan memacu ekspor. Hal itu berarti setiap negara hanya bisa lebih
makmur atas pengorbanan atau kerugian negara-negara. Ini merupakan versi ekonomi dari
ideologi nasionalisme ekstrim yang berkembang di Eropa pada masa itu. Ide pokok
Merkantilisme adalah sebagai berikut:
1) Suatu Negara/Raja akan kaya/makmur dan kuat bila ekspor lebih besar daripada
impor(X>M)
2) Surplus yang diperoleh dari selisih (S-M) atau ekspor neto yang positif tersebut diselesaikan
dengan pemasukan logam mulia (LM), terutama emas dan perak dari luar negeri. Dengan
11

