Page 27 - e-Modul Ekonomi Internasional
P. 27
e-Modul Ekonomi Internasional
masing negara, sehingga selanjutnya menyebabkan terjadinya perbedaan harga barang yang
dihasilkan. Oleh karena itu teori modern H-O ini dikenal sebagai ‘The Proportional Factor
Theory”. Selanjutnya negara-negara yang memiliki faktor produksi relatif banyak atau murah
dalam memproduksinya akan melakukan spesialisasi produksi untuk kemudian mengekspor
barangnya. Sebaliknya, masing-masing negara akan mengimpor barang tertentu jika negara
tersebut memiliki faktor produksi yang relatif langka atau mahal dalam memproduksinya.
Menurut Darwanto (2004) penjelasan analisis teori H-O menggunakan dua kurva. Pertama
adalah kurva isocost yaitu kurva yang melukiskan total biaya produksi sama serta kurva
isoquant yang melukiskan total kuantitas produk yang sama. Teori ekonomi mikro menyatakan
bahwa jika terjadi persinggungan antara kurva isoquant dan kurva isocost maka akan
ditemukan titik optimal. Sehingga dengan menetapkan biaya tertentu suatu negara akan
memperoleh produk maksimal atau sebaliknya dengan biaya yang minimal suatu negara dapat
memproduksi sejumlah produk tertentu. Sesuai dengan konsep titik singgung antara isocost
dan isoquant, masing-masing negara cenderung memproduksi barang tertentu yang paling
optimal sesuai dengan proporsi faktor produksi yang dimilikinya. Menurut Salvatore (1997:
129), intisari teori H-O berbunyi sebagai berikut.
Sebuah negara akan mengekspor komoditi yang produksinya lebih banyak menyerap
factor produksi yang relatf melimpah dan murah di negara itu, dan dalam waktu
bersamaan ia akan mengimpor komoditi yang produksinya memerlukan sumber daya
yang relative langka dan mahal di negara itu.
Teori Hecker-Ohlin (H-O) menjelaskan bahwa pola perdagangan dengan baik dimana
setiap negera cenderung untuk melakukan perdagangan internasional yakni dalam bentuk
ekspor. Teori H-O modern menggunakan dua kurva, yakni kurva isocost dan isoquant. Dimana
kurva isocost menggambarkan total biaya produksi yang sama. Kurva isoquant
menggambarkan total kuantitas produk yang sama. Berikut analisis dari teori Hecker-Ohlin
sebagai teori perdagangan internasional modern:
➢ Harga atau biaya produksi sebuah produk akan ditentukan oleh jumlah atau proporsi
faktor produksi yang dimiliki negara masing-masing.
➢ Comparative Advantage dari suatu produk yang dimiliki masing-masing negara akan
ditentukan oleh struktur dan proporsi produk yang dimiliki.
➢ Setiap negara akan melakukan spealisasi produksi dan mengekspor barang tertentu
karena negara tersebut memiliki faktor produksi yang melimpah serta biaya yang murah
untuk memproduksinya.
18

